Minggu, 05 April 2015

Akuntansi Internasional

Pelaporan dan Pengungkapan (BAB 5)
DISKUSI
1.    Jelaskan dengan singkat perbedaan antara patokan akuntansoi dan pengungkapan akuntansi. Dari kedua proses pelaporan tersebut, menurut Anda yang manakah yang menjanjikan kemajuan inovatif untuk 10 tahun ke depan? Mengapa ?
Jawab : patokan akuntansi adalah pengukuran hanya sebatas informasi murni yang belum diolah menjadi informasi yang siap digunakan.
Pengungkapan akuntansi adalah standar dan praktik pengungkapan dipengaruhi oleh sumber- sumber keuangan, sistem hukum, ikatan politik dan ekonomi, tingkat pembangunan ekonomi, tingkat pendidikan, budaya dan pengaruh lainnya. Yang menunjukan kemajuan inovatif yang besar selama 10 tahun mendatang adalah pengungkapan akuntansi, karena meskipun pratik pengungkapan saat berbeda- beda disetiap negara, tetapi sekarang perlahan mulai timbul kemiripan (konvergensi) dengan cara sukarela mengadopsi standart pelaporan keuangan internasional (IFRS) atau GAAP Amerika Serikat, mematuhi ketentuan pasar bursa efek dan badan regulator domestik dan luar negeri memberikan respon terhadap berbagai permintaan informasi yang diajukan para investor dan analisis.
2.    Mengapa perusahaan multinasional bertanggung jawab atas kelompok masyarakat tertentu daripada kelompok investor tradisional?
Jawab : tidak hanya sebagai penyedia akuntability kepada penyedia modal melainkan juga menjawab keinginan- keinginan material dari masyarakat. Pencitraan pun diperlukan guna menjaga nama baik perusahaan. Publikasi dan pengembangunan image yang baik dapat menarik minat para calon investor baru. Menganut konsep kepuasaan konsumen merupakan going concern bagi perusahan.
3.    Haruskah perusahaan asing di Amerika Serikat mencari sekuritas yang dibutuhkan untuk mengungkap perusahaan Amerika Serikat yang mengeluarkan sekuritas di Amerika Serikat? Evaluasi argumen yang ada di bab ini dengan kritis.
Jawab : setuju, karena semakin banyak perusahaan multinasional diseluruh dunia yang mendaftarkan sahamnya pada bursa- bursa asing. Yang memotivasi praktik ini adalah sejumlah keuntungan yang di anggap bisa diperoleh dari praktik tersebut dengan memasyarakatkan perusahaan kepada lingkungan setempat, listing diluar negeri meningkatkan citra internasioanl korporasi dan sekaligus memperluas basis- basis pembiayaan dimasa depan.
Contohnya :
Novo Corporation (bertempat di Denmark), setonehill dan dullum mendemostrasikan bahwa listing diluar negeri bisa mengurangi biaya modal perusahaan secara signifikan, yang sebagian besar diakibatkan oleh adanya diparitas- disparitas dalam basis informasi investor.
4.    Peraturan akuntansi di Jepang , Perancis< Jerman sekarang membutuhkan pengungkapan segmen bisnis hasil keuangan. Akan tetapi, semua manajer di negara- negara ini pada dasarnya berlawanan dengan detil pengungkapan informasi. Mengapa manajer memlilih untuk mengungkapan sedikit informasi tentang segmen bisnis perusahaan mereka dan memiliki peraturan akuntansi yang menjadi lebih kuat disamping perlawanan mereka?
Jawab : para manajer memilih untuk mengungkapkan sedikit informasi mengenai segmen usaha perusahaannya dikarenakan demi melindungi manajemen yang berkuasa, kepemilikan yang terkonsentrasi pemilik keluarga yang merupakan secara tradisional sumber utama. Aturan akuntansi yang semakin ketat setelah penolakan manajemen merupakan pengukapan sebagai pengendalian manajemen, meminimalkan resiko didalam kegiatan perusahaan. Perbedaan antar pengungkapan wajib dan suka rela :
Sukarela :
a)    Investor diseluruh dunia menuntut informasi yang lebih detail dan lebih tepat waktu, tingkat pengungkapan sukarela semakin meningkat, baik di negara- negara dengan pasar yang sudah maju maupun yang sudah berkembang.
b)   Dalam laporan terakhir badan standar akuntansi keuangan (FASB) menjelaskan sebuah proyek FASB mengenai pelaoran bisnis yang mendukung pandangan bahawa perusahaan akan mendapatkan pasar modal dengan meningkatan pengungkapan sukarelanya.
c)    Manajer memiliki informasi mengenai kinerja perusahaan saat ini pada masa mendatang yang lebih baik bila dibandingkan dengan pihak eksternal.
d)   Bukti- bukti kuat menunjukan bahwa manajer perusahaan sering memiliki dorongan kuat untuk menunda pengungkapan berita negatif, mengelola laporan keuangan untuk lebih menunjukan wajah posotif perusahaan dan menilai lebih kinerja dan prospek keuangan perusahaannya.
Wajib :
a)    Perlindungan terhadap pemegang saham atau investor berbeda dari satu negara ke negara lain.
b)   Pada umumnya bursa efek dan badan regulator pemerintah mengharuskan perusahaan asing yang mencatatkan saham untuk memberikan informasi keuangan dan non keuangan yang samadengan yang diharuskan kepada perusahaan domestik.
c)    Investor yang memiliki informasi yang cukup untuk mengevaluasi kinerja dan prospek sebuah perusahaan. Tempat yang terbukti atas hal ini adalah AS, yang stadar pengungkapannya secara umum paling ketat didunia.
d)   Perlindungan pemegang saham di AS itu sangat ketat, sedangkan perlindungan pemegang saham dinegara- negara lain kurang mendapat perhatian. Contohnya Cina melarang insider trading (perdagangan yang melibatkan kalangan dalam) sedangkan penegakan hukum yang lemah membuat penegakkan aturan itu hampir tidak ada.
5.    Apa perbedaan antara pengungkapan sukarela dan pengungkapan yang diperintahkan ? berikah dua penjelasan untuk perbedaan praktik pengungkapan sukarela oleh manajer berikan dua penjelasan untuk perbedaan praktik pengungkapan yang diperintahkan oleh manajer.
Jawab         : Pengungkapan Sukarela
Pengungkapan sukarela (voluntary disclosure), adalah pengungkapan yang dilakukan secara sukarela oleh perusahaan tanpa diharuskan oleh lembaga yang berwenang. Pengungkapan sukarela yang dilakukan perusahaan yang satu dengan yang lain akan berbeda. Hal ini dikarenakan belum adanya peraturan mengenai luas pengungkapan sukarela. Sehingga perusahaan bebas memilih jenis informasi yang akan diungkapkan, yang dipandang manajemen relevan dalam membantu pengambilan keputusan.
Pengungkapan yang diperintahkan
Sejumlah aturan, atau pengungkapan oleh perusahaan yang melalui lembaga yang berwenang. Seperti aturan akuntansi dan pengungkapan, dan pengesahan oleh pihak ketiga (seperti auditing) dapat memperbaiki berfungsinya pasar. Aturan akuntansi mencoba mengurangi kemampuan manjer dalam mencatat transaksi-transaksi ekonomi dengan carayang tidak mewakili kepentingan terbaik pemegang saham. Aturan pengungkapan menetapkan ketentuan-ketentuan untuk memastikan bahwa para pemegang saham menerima informasi yang tepat waktu, lengkap dan akurat.
6.    Apakah pelaporan tiga sistem mendasar (triple- bottom- line)dan mengapa hal ini cenderung berkembang di perusahaan besar multinasional ( sekarang ada beberapa ketentuan untuk jenis pelaporan ini. Apakah banyak peraturan itu penting? Mengapa dan mengapa tidak ?
Jawab : konsep triple bottom line digub=nakan sebgai landasan prinsipal dalam aplikasi program corporate social responbility pada sebuah perusahaan. Tiga kepentingan yang menjadi satu ini merupakan garis besar dan tujuan utama tanggung jawab sosial sebuah perusahaan.
LATIHAN
1.             Bab ini membahas sasaran investor berorientasi pasar : proteksi investor dan kualitas pasar. Laporan keuangan transparan penting untuk meraih semua sasaran ini.
Diminta :
a.    Apakah yang dimaksud oleh laporan keuangan transparan?
Jawaban : Laporan keuangan transparan adalah laporan yang memberikan informasi keuangan yang terbuka dan jujur kepada masyarakat berdasarkan pertimbangan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengetahui secara terbuka dan menyeluruh atas pertanggung jawaban pemerintah dalam pengelolaan sumber daya yang dipercayakan kepadanya.
b.    Jelaskan bagaimana laporan keuangan transparan (a) melindungi investor dan (b) meningkatkan kualitas pasar.
Jawaban : Proteksi investor atau melindungi investor: investor dijamin dengan informasi dan dilindungi dengan pelaksanaan dan pengawasan peraturan pasar kecurangan (fraude) mencegah adanya penawaran publik, perdagangan, pemilihan, dan sekuritas penawaran. Informasi keuangan dan non keuangan yang bisa dibandingkan telah ditemukan sehingga investor bisa membandingkan perusahaan area industri dan negara.
c.    The Hong Kong Exchange (HKE) adalah bursa saham terbesar kedua di Asia dan terbesar ketujuh di dunia. Kunjungi situs HKE (www. hkex.com.hk) dan pelajarai tentang ketentuan laporan keuangannya.
ii. Untuk tujuan apakah semua ketentuan ini mengangkat laporan keuangan transparan?
iii. Untuk tujuan apakah semua ketentuan ini melindungi investor dan mengangkat kualitas pasar?
Jawaban : kualitas pasar adalah adil, tersusun, efisien, dan bebas dari penyalahgunaan dan perbuatan jahat. Keadilan pasar dipromosikan dengan akses informasi yang wajar dan kesempatan berdagang. Efisiensi pasar berkembang dengan meningkatkan likuiditas dan mengurangi biaya transaksi. Kualitas pasar ditandai dengan kepercayaan investor dan mereka memfasilitasi pembentukan modal.
2.             Perkiraan pengungkapan yang menyajikan laporan tahunan Schering AG 2005 bisa ditentukan di situs www.schering.de/html/en/50_media/download/_files/2005/fin_rep/annual/05GB_en.pdf (hal. 80-81)
Seberapa mungkin seseorang investor atau analis menggunakan informasi perkiraan tersebut? Secara umum, bagaimana kegunaan perkiraan pengungkapan Schering AG? Mengapa demikian?
Jawaban : Perkiraan Schering AG “satu-digit menengah keatas” yang tumbuh dalam penjualan bersih. Perkiraan semacam ini seharusnya tepat namun masih dipertanyakan karena penafsirannya masih umum. Sebagai contoh, pembaca laporan keuangan mungkin mengharapkan sebuah peningkatan penjualan antara lima dan delapan persen. Schering AG juga mengharapkan keuntungannya untuk tumbuh di masa depan, maka laporan samar akan muncul.
3.             Tampilan 5-1 menyajikan informasi segmen bisnis dan segmen geografis Lafarge, sebuah perusahaan Prancis yang menggunakan IFRS dala melaporkan laporan keuangan gabungan.
Diminta : kunjungi situs (www.iasb.org) dan cari ringkasan IFRS 8, “Operating Segment” bandingkan denga bagian pengungkapan di Lafarhe dengan ketentuan IFRS 8. Apakah Lafarge secara sukarela melaporkan informasi apapun dengan ketentuan IFRS 8?
Jawaban : Menurut Kami, Laporan keuangan gabungan Perusahaan Lafarge sudah sesuai dengan ketentuan IFRS 8 dan IAS 14, serta melaporkannya dengan sukarela.
4.             Tampilan 5-2 menyajikan pengungkapan kepegawaian di Roche
Diminta :
a.       Bagaimana perbandingan para pegawai dalam dua periode yang disajikan tersebut ?
b.      Apa alasan di balik perubahan ini ?
c.       Apa yang dimaksud dengan “kerugian berarti” dan bagaiman statistika membandingkan antara dua periode tersebut ?
d.      Apa kebijakan Roche mengenai perbedaan di tempat kerja, dan apa buktinya jika kebijakan ini telah tercapai ?
e.       Apa hubungannya informasi di atas dengan investor dari luar ?
Jawab       :   4.     A. Perbandingan para buruh dengan bakat yang teruji di industri obat-obatan sangat kompetitif. Sejak tahun 2003, Roche telah memperbaiki keberadaannya di dalam pasar ini, menjadi lebih efektif dalam menarik pegawai yang hebat. Pendekatannya adalah dengan berbasis dua arah : perusahaan memberikan nama yang menegaskan kunci keuntungan Roche sebagai sebuah perusahaan global dalam industri kita, dan pengenalan perekrutan global secara elektronik. Pada tahun 2004 kami meluncurkan sebuah perekrutan global berbasis internet yang membuat kandidat bisa melihat posisi yang kosong seketika, melamar pekerjaan secara online atau mendaftar secara global atau berbagia macam grup pencari bakat lokal.
B. Saranan ini telah digunakan oleh lebih dari 130.000 kandidat pada tahun 2005 untukmendaftar atau melamar pekerjaan. Pada tahun-tahun sebelumnya, Roche telah meraih tiga keuntungan kompetitif yang bisa diperlihatkan: perekrutan menjadi lebih cepat dan lebih efisien, memungkinkan pemilihan sejumlah pelamar berkualitas dari luar menjadi lebih baik, dan yang terakhir transparasi untuk pelamar dari dalam. Roche telah dianggap hampir mencapai tujuannya “satu pintu menuju Roche” melalui kombinasi sistem yang unik. Pada akhir tahun 2005, 65% dari semua peluang diumumkan di seluruh dunia bisa dilihat melalui sebuah situs internet. Persentase ini akan meningkatkan pada tahun 2006.
   C. kerugian berarti adalah kerugian yang tidak sia-sia. Walaupun perusahaan Roche mengalami kerugian, namun dapat dikendalikan lagi. Sehingga perusahaan tersebut tidak langsung gulung tikar. Dari kerugian yang dialami membuat pelajaran bagi usahanya agar lebih baik lagi untuk menjalankan usahanya.
     Berdasarkan pada dua penghargaan yang dimenangkan pada tahun 2004 untuk Roche Connect, program pembelian saham pegawai (Genusschiene), Roche telah meneriman lagi pengakuna dari pihak luar untuk program ekuitas pegawainya. Global Equity Organisation (GEO) organisasi internasional terkemuka yang mempertimbangkan pembagian kepemilikan untuk pegawai,  menganugerahkan Rhoce tahun 2005 untuk rancangan perusahaan yang paling kreatif dan inovatif dengan lebih dari i30.000 pegawai. Kali ini penghargaan yang telah diterima adalah untuk program insentif Rhoce Long Term baru. Dalam pembuatan keputusannya juri memuji cara Rhoce mengidentifikasikan dan mengarahkan perbedaan program insetif, dan dalam perubahan yang kompetitif, akuntansi dan perpajakan, untuk menuju program global baru. Dengan diluncurkannya perencanaan di Argentina pada tahun 2005, mencakup negara-negar yang lebih jauh, memenuhi jumlah negara dimana perencanaan ditawarkan untuk 41 negara. Keanggotaan program ini juga terus tumbuh secara signifikan, mencapai lebih dari 11.600. ini adalah indikasi lebih jauh bahwa pegawai Roche mengidentifikasi perusahaan mereka.
D. Mengharagai keseimbangan pekerjaan/kehidupan adalah kunci perhatian yang dipegang oleh Roche. Hal ini berdasarkan jaln berbeda yang bergantung pada negara, tetapi hal ini berdasarkan pada ketegasan prinsip. Contohnya Roche mendukung pegawainya supaya mereka mampu menyalurkan kinerja optimal sesuai dengan kewajiban terhadap keluarga mereka. Ada berbagai persetujuan bekerja di Roche : waktu bekerja khusus (misalka : pegawai paruh waktu, waktu fleksibel, cuti panjang, cuti keluarga bagi pria dan wanita), fasilitas peduli anak atau kesepakatan lain yang membantu untuk menyeimbangkan kebutuhan karier dan keluarga. Semua pengukuran ini sesuai dengan hukum lokal dan dalam berbagai kasus berada di balik persyaratan yang sah. Roche menawarkan pilihan pekerjaan paruh waktu apa pun persyaratan izin pekerjaan. Kira-kira 6% dari pekerja yang bekerja paruh waktu sekarang ini (lebih dari 10 % dari mereka adalah laki-laki).
E. Hubungan informasi yang diatas dengan investor dari luar : untuk menginformasikan kepada investor bahwa Roche Group (Perusahaan milik Roche) memiliki sistem kepegawaian yang bagus. Bahkan lebih mengutamakan kenyaman karyawannya dan memberikan banyak fasilitas yang layak untuk para karyawannya. Karena kesuksesan suatu perusahaan tidak luput dari campur tangan karyawan. Apabila karyawanny banyak yang sakit bahkan banyak yang mengundurka diri karen atidak nyaman, maka akan mengganggu kegiatan operasional perusahaan tersebut. Nama baik perusahaan pun tercemar menjadi tidak baik. Bahkan para investor enggan untuk menanamkan modalnya ke perusahaan tesebut.
5.    Tampilan 5-3 pengungkapan lingkungan dan keamanan di Roche
Diminta : 1. Perbandingan selama dua tahun bagian pengukuran manan yang menunjukkan catatan peningkatan proteksi keamanan dan lingkungan ?
                   2. pengukuran mana yang menunjukan catatn proteksi keamanan dan lingkungan yang lebih buruk ? apa kesimpulan anda secara umum mengenai catatan keamanan dan lingkungan di Roche selama dua tahun tersebut?
Jawab         : 5.       1.  Pada tahun 2003 Roche menyusun sendiri target dalam mengurangi emisi gas rumah kaca Group. Misalnya, CO2 dari keturunan energi dan halogenated hydrocarbons dari peralatan penyejuk dan pendingin ruangan 10% dalam lima tahun.
            Pada periode yang sama , konsumsi energi dan emisi dari campuran organik mudah menguap (volatile organic compound (voc)) dikurangi dengan persentase yang sama. Nilai absolut berdasarkan atas penjualan Group dalam rangka untuk memperbolehkan adanya perubahan struktur perusahaan dan supaya perbandingan bisa dibuat dari dasar yang sama
            Berkat berbagai pengukuran untuk mengurangi emisi dan kecenderungan positif dalam pendapatan penjualan Group, target disusun untuk tahun 2008 telah bisa dicapai. Roche telah memutuskan untuk berusaha lebih baik lagi untuk meningkatkan dan memastikan semua hasil yang baik ini.
            Pada tahun 2004, sasaran tambahan SHE telah dijelaskan dalam kerangka kerja dari medium menjadi program jangka panjang.
·         Pegurangan 20% dalam Roche Accident Rate (RAR) per 2010
·         Pengurangan 10% dalam absensi keseluruhan per 2015 (indikator relevan akan dicatat pada tahun ini untuk pertama kali)
·         Peningkatan 10% dalam keseimbangan ekonomi per 2015 (indikator ini juga akan dicatat pada tahun ini untuk pertama kali)
·         Pengurangan 10%% lagi dalam konsumsi energi per pegawai per 2010 sejalan dengan tujuan penghematan energi
·         Target tahunan tidak ada denda relevan di area SHE
2.       Pada tahu 2005 tidak ada laporan kerusakan yang signifikan untuk keseluruhan Group yang terpengaruhi baik itu individual ataupun lingkungan. Jumlah kecelakaan pekerjaan terjaga pada tingkat rendah. Jumlah pekerja yang sakit per juta jam kerja meningkat sebagaimana jumlah hari kerja yang hilang sebagai akibat dari sakitnya para pekerja. Sejalan dengan pertumbuhan perusahaan dalam hal jumlah kepala dan jumlah tempat sebagaimana volume produksi, konsumsi energi telah meningkat pada angka absolut, tetapi efisiensi telah meningkatkan pendapatan penjualan atau jumlah pegawai. Hal yang sama terjadi dengan volume emisi gas rumah kaca. Emisi lainnya pada udara dan air telah menurun, seperti halnya yang ada pada volume limbah kimai.
Kesimpulan : pada tahun di bawah pengawasan, Roche Group memerlukan energi 12.515 terajoules  dari berbagai sumber untuk menjalankan usahanya. Jumlah ini termasuk dengan energi yang dibutuhkan untuk menjalankan perusahaan Roche Group dan armada kendaraan sebagaimana pemakainan energi untuk biro perjalanan. Sesungguhnya, dengan keadaan seperti itu konsumsi energi meningkat menjadi 5,2% dari tahun ke tahun, akan tetapi penggunaan per pegawai menurun 0,4%.
6.    Tampilan 5-4 menyajikan laporan kepastian independen pada ketahanan Roche
Diminta :
a.       Masuk kke situs dan pelajari tentang IASSB (www.ifac.org/IAASB)
b.      Apa perbedaan antara audit dan kepastian pengggunaan?
c.       Apakah Rosche telah menerima “opini bersih” dalam laporan ketahanannya?
Jawab  : 6.       A.  IAASB : International Auditing and Assurance Standards Board (IAASB) adalah merupakan badan yang dibentuk olehInternational Federation of Accountants (IFAC) sebagai badan pembuat standar auditing dan assurance.
Standar yang diterbitkan oleh IAASB terbagi dalam tiga kategori. Pertama, standar audit dan review informasi keuangan historis. Standar ini terdiri dari dua standar yaitu : International Standard on Auditings (ISAs), danInternational Standard on Review Engagement (ISREs). Selanjutnya, untuk membantu penerapan standar auditing, IAASB mengeluarkan International Auditing Practice Statement (IAPSs). IAPS ini merupakan pedoman interpretasi dan bantuan praktis di dalam menerapkan standar auditing. Dan untuk penerapan standar review, IAASB juga telah mengeluarkan pedoman interpretasi dan batuan praktisnya. Pedoman ini diberi nama International Review Engagement Practice Statement (IREPSs).
Kategori kedua, standar untuk penugasan assurance selain audit atau review laporan keuangan historis. Untuk kategori kedua ini, IAASB mengeluarkan International Standard Assurance Engagements (ISAEs). Dan untuk penerapan lebih praktisnya, IAASB telah menerbitkan International Assurance Engagement Practice Statements(IAEPS). IAEPS ini merupakan pedoman interpretasi dan bantuan praktis didalam menerapkan standar assurance.
Kategori terakhir adalah standar untuk jasa lainnya. Untuk kategori ketiga ini, IAASB menerbitkan International Standard on Related Services (ISRSs). Standar ini harus diterapkan pada penugasan kompilasi, pengolahan informasi, dan jasa penugasan lain. Untuk penerapannya, IAASB juga telah mengeluarkan pedoman interpretasi dan bantuan praktis yang diberi nama International Related Service Practice Statements (IRSPSs).
Selain mengeluarkan standar untuk pekerjaan auditor, IAASB juga mengeluarkan standar untuk memberikan mutu pelayanan yang baik. Standar ini dinamakan International Standard on Qualitiy Controls (ISQCSs).
   B. Audit :  audit keuangan merupakan pembuktian independen yang dilakukan oleh seorang ahli, yaitu auditor, yang menunjukkan opininya tentang penyajian laporan keuangan.
Ekspresi publik terhadap opini auditor merupakan puncak dari sebuah proses audit yang sistematis, yang melibatkan tiga tahap konseptual, yaitu :
1.      Mengenal baik bisnis perusahaan
2.      Mengevaluasi dan menguji pengendalian internal, dan
3.      Menilai reliabilitasdata keuangan.
     
                  Kepastian penggunaan : Ungkapan-ungkapan yang dapat digunakan untuk menyatakan kepastian/ketidakpastian terhadap hal yang akan disampaikan kepada orang lain.
                  C. Sudah, Karena kinerja Group SHE pada tahun 2005 telah dikeluarkan sebagai bagian dari laporan ketahanan untuk keberhasilan di tahun ke tiga. Untuk lebih dari sepuluh tahun ke belakang, laporan ini telah dikeluarkan terpisah dengan laporan SHE. Kinerja Group bisa digambarkan secara keseluruhan bagus. Kecenderungan untuk meraih tujuan disusun pada tahun 2003 untuk pemakain energi dan gas rumah kaca dan emisi VOC yang sedang diarahkan untuk tujuan yang benar. Target baru dimaksudkan untuk mendorong Roche Group menuju peningkatan performa SHE nya lebih baik lagi.
KASUS
1.      Identifikasikan tiga perbedaan prinsip akuntansi IFRS/GAAP AS yang menyebabkan perbedaan yang paling besar dalam laba-rugi bersih Novartis 2005 yang disiapkan sesuai dengan kedua susunan prinsip akuntansi tersebut.
Jawab  : Kasus 5-1 Novartis
Tampilan 5-5 menyajikan pelaporan baru terbatas dari laporan keuangan tahunan Novartis tahun 2005, merekonsiliasi laba-rugi bersih dan ekuitas pemegang saham dari IFRS ke GAAP AS. Catatan 34 dalam laporan tahunan menjelaskan lebih jauh detail perbedaan IFRS/GAAP AS dalam rekeonsiliasi.
Diminta :
1.             Identifikasikan tiga perbedaan prinsip akuntansi IFRS/GAAp AS yang menyebabkan perbedaan yang paling besar dalam laba-rugi bersih Novartis 2005 yang disiapkan sesuai degan kedua susunan prinsip akuntansi tersebut.
Jawab : Perbedaan pada pengakuan pencatatan transaksi, menentukan jumlah yang diakui (menggunakan metode yang seperti apa), perbdaan format dalam pelaporan, serta perbedaan pada pengungkapan informasi yang disajikan.
2.      Masuk ke situs Novartis (www.novartis.com) dan lihat Catatan 34 dalam laporan tahunan 2005. Masing-masing dari tiga perbedaan tersebut teridentifikasi berada dalam ketentuan 1, diskusikan :
a.       Perlakuan dalam IFRS
b.      Perlakuan dalam GAAP AS
c.       Pengaruh perbedaan prinsip akuntansi pada Novartis dalam laporan laba bersih tahun 2005 dan 2004
d.      Evaluasi kedua cara (IFRS vs GAAP AS), perlakuan nama yang anda yakini lebih memberikan informasi yang bermanfaat?
Jawab :
1)      Perbedaan pengakuan. perbedaan dalam kriteria pengakuan dan / atau pedoman berkaitan dengan: (1) apakah item diakui atau tidak (apakah suatu standar menyatakan bahwa suatu item tersebut harus diakui dalam laporan keuangan, atau sebaliknya),
(2) bagaimana item tsb diakui, dan / atau
(3) kapan item tsb diakui (perbedaan waktu).
2)      Perbedaan pengukuran. perbedaan dalam pendekatan untuk menentukan jumlah yang diakui yang dihasilkan baik dari (1) perbedaan dalam metode yang dipakai/diharuskan dipakai atau (2) perbedaan dalam pedoman rinci untuk menerapkan method serupa.
3)      Perbedaan presentasi. ada perbedaan dalam penyajian materi dalam laporan keuangan (apakah formatnya sama atau tidak).
4)      Perbedaan pengungkapan. perbedaan dalam informasi yang disajikan dalam catatan atas laporan keuangan yang terkait dengan (1) apakah pengungkapan diperlukan atau tidak, dan (2) cara di mana pengungkapan ini harus dibuat.
3.      Apakah pembahasan perbedaan antara IFRS dan GAAP AS dalam catatan 34memnerikan informasi yang cukup bagi pembaca laporan keuangan untuk dibandingkan dalam kedua ketetapan prinsip akuntansi tersebut? Berikan respon anda.
Jawab : Menurut kami, dalam catatan 34 NOvartis sudah memberikan informasi yang cukup bagi pembaca laporan keuangan.
4.      Bayangkan bahwa Novartis meramalkan (berdasarkan IFRS) pendapatan bersih mereka untuk tahun depan adalah $6.300. Kembangkan perkiraan pendpatan bersih Novartis dalam GAAP AS dengan menggunakan informasi dari catatan 34. Seberapa dapat diandalkan GAAP AS anda dalam perkiraan, dan bagaimana anda menggunakan perkiraan?

Minggu, 18 Januari 2015

KASUS PELANGGARAN ETIKA PROFESI AKUNTANSI (2014)


Harian             : Kompasiana.com
Tema Artikel   : Petugas Pajak Yang Melakukan Tindak Pencucian Uang Terkait Pengurusan Permohonan Keberatan Pajak

Kasus Manipulasi Pajak, dari Bakrie hingga BCA
Setelah mengulas masalah kasus pajak yang ada di BCA, saya jadi tertarik dan mulai mencari tahu lebih jauh kasus-kasus pajak yang ada di Indonesia. Saya mendapatkan sebuah kesamaan kasus yang terjadi di beberapa perusahaan besar di Indonesia, seperti Bakrie Group, BCA, PT. Metropolitan Retailmart, Asian Agri, Berau Coal, dan lain sebagainya. Kasus manipulasi pajak ini rupanya tidak hanya terjadi sekali, melainkan begitu banyak perusahaan yang terlibat dalam kasus tersebut.
Masih ingatkah pembaca dengan nama Gayus Tambunan, seorang petugas pajak yang menerima suap terkait pengurusan permohonan keberatan pajak. Kasus Gayus sama dengan kasus pajak yang menimpa Hadi Poernomo, dan BCA.
Gayus Tambunan dipidana karena terbukti menerima suap uang sebesar Rp 925 juta rupiah dari Roberto Santonius terkait kepengurusan gugatan keberatan pajak PT Metropolitan Retailmart dan menerima 3,5 juta dollar Amerika dari Alif Kuncoro terkait kepengurusan pajak tiga perusahaan Grup Bakrie, yakni PT Arutmin, PT Kaltim Prima Coal, dan PT Bumi Resource.
Gayus Tambunan dinilai telah terbukti menerima suap dan melakukan tindak pencucian uang dari tiga perusahaan Bakrie Group senilai 7 juta dollar AS, lalu membagi uang itu ke Alif Kuncoro, Imam Cahyo Maliki, Maruli Pandapotan Manurung, dan pejabat-pejabat di Ditjen Pajak lain. “Saya terima tiga juta dollar AS,” kata Gayus.
Gayus menjelaskan sumber dana yang dia terima ketika masih bekerja di Direktorat Jenderal Pajak, yakni dari PT Bumi Recources, PT Arutmin, dan PT Kaltim Prima Coal. Dengan suap tersebut Bakrie Group menginginkan Gayus Tambunan melakukan tiga pekerjaan, PT Bumi Resources mengajukan banding tahun 2005, Gayus diminta untuk membuatkan surat banding, surat bantahan-bantahan, dan termasuk persiapan apa saja yang dibutuhkan dengan imbalan sebesar 3 juta dollar AS yang kemudian ia bagikan kepada Alif Kuncoro, Imam Cahyo Maliki, Maruli Pandapotan Manurung.
Serupa dengan kasus Gayus Tambunan dengan sejumlah perusahaan terkait pengurusan permohonan keberatan pajak, kasus yang sama juga terulang di tubuh Bank BCA dengan Hadi Poernomo-nya, namun bedanya apabila kasus Gayus sudah tuntas, kasus penggelapan pajak yang menyeret PT. Bank BCA Tbk dalam daftar hitam penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih saja belum mencapai kata final sejak dibukanya penyelidikan pada tahun 2003 silam.
Peran Hadi Poernomo dalam kasus pajak BCA diduga menyalahgunakan wewenangnya sebagai Dirjen Pajak dengan dengan membuat Surat Keputusan (SK) yang melanggar prosedur terkait permohonan keberatan wajib pajak yang disampaikan oleh pihak Bank BCA. Hadi Poernomo selaku dirjen pajak diduga memanipulasi telaah direktorat PPH mengenai keberatan SKPN PPH BCA. BCA mengajukan surat keberatan wajib pajak dengan nilai yang cukup fantastis yakni sebesar Rp 5,7 triliun terkait kredit bermasalah-nya atau  non performance loan (NLP) kepada direktorat PPH Ditjen Pajak pada 17 Juli 2003.
Setelah ditelaah oleh Direktorat PPH, permohonan keberatan wajib pajak yang diajukan BCA ditolak, namun oleh Hadi Poernomo selaku Dirjen Pajak mengintruksikan Direktur PPH yang semula menolak menjadi menerima seluruh permohonan keberatan wajib pajak yang dilayangkan pihak BCA sehari sebelum masa jatuh tempo pemberian keputusan final.
Oleh putusan Hadi Poernomo tersebut, diyakini BCA telah merugikan negara dengan tidak membayar pajak sebesar Rp 375 miliar.
Selain itu, keputusan Hadi Poernomo mengabulkan permohonan keberatan pajak yang diajukan BCA juga semakin terasa janggal apabila mengingat hal serupa juga dilayangkan Bank Danamon perihal keberatan pajak atas nilai transaksi sebesar Rp 17 triliun tetapi ditolak oleh pengadilan pajak. Anehnya, hal ini serupa namun hasilnya berbeda.
Dalam kasus ini KPK menetapkan Hadi Poernomo sebagai tersangka dengan dikenakan ancaman hukuman maksimal 20 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar berdasarkan pelanggaran terhadap pasal 2 ayat 1 dan atau pasal 3 UU no 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Dimana pasal tersebut mengatur mengenai setiap orang yang melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi yang dapat merugikan keuangan negara maupun setiap orang yang menyalahgunakan kewenangan.
Selain dua kasus besar di atas, ada juga contoh kasus manipulasi pajak yang menimpa perusahaan besar di Indonesia. Asian Agri dengan 14 anak usahanya terbukti tidak bayar pajak sebesar Rp 1,259,9 triliun selama empat tahun, sehingga dikenakan sangsi atau denda pajak sebesar Rp 653,4 miliar.
Maraknya kasus manipulasi pajak di Indonesia, saya harap instansi terkait pengawas pajak bekerja lebih keras untuk meminimalisir adanya kasus-kasus serupa di masa yang akan datang. Selain itu, KPK juga baiknya segera menuntaskan pengusutan kasus manipulasi pajak yang masih menggantung.
PEMBAHASAN
1.    Tanggung jawab profesi;  dimana seorang petugas pajak harus bertanggung jawab secara professional terhadap semua kegiatan yang dilakukannya. Petugas pajak kurang bertanggung jawab karena Peran Hadi Poernomo dalam kasus pajak BCA diduga menyalahgunakan wewenangnya sebagai Dirjen Pajak dengan membuat Surat Keputusan (SK) yang melanggar prosedur terkait permohonan keberatan wajib pajak yang disampaikan oleh pihak Bank BCA.

2.    Kepentingan Publik; dimana petugas pajak harus bekerja demi kepentingan publik. Dalam kasus ini perusahaan besar di Indonesia diduga tidak bekerja demi kepentingan publik, karena diduga sengaja memanipulasi pajak sehingga perusahaan-perusahaan besar di Indonesia yang seharusnya menderita kerugian namun karena manipulasi pajak tersebut perusahaan-perusahaan tersebut terlihat mengalami keuntungan. Hal ini tentu saja sangat merugikan negara.

3.    Integritas; dimana petugas pajak harus bekerja dengan profesionalisme yang tinggi. Dalam kasus ini petugas pajak serta dirjen pajaknya tidak menjaga integritasnya, karena diduga telah melakukan manipulasi.

4.    Objektifitas;  dimana petugas pajak harus bertindak obyektif dan bersikap independen atau tidak memihak siapapun. Dalam kasus ini petugas pajak serta dirjen pajak diduga tidak obyektif karena diduga telah memanipulasi pajak perusahaan besar tersebut yang nilainya cukup fantastis sehingga hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu yang berada dilingkup pajak tersebut.

5.    Kompetensi dan kehati-hatian  professional; Petuga pajak dituntut harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan penuh kehati-hatian, kompetensi, dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesionalnya pada tingkat yang diperlukan. Dalam kasus ini, petugas pajak tidak melaksanakan kehati-hatian profesional sehingga terjadi manipulasi pajak yang dapat merugikan negara.

6.    Perilaku profesional; Petugas Pajak sebagai seorang profesional dituntut untuk berperilaku konsisten selaras dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan (mencoreng nama baik) profesinya. Dalam kasus ini petugas pajak diduga tidak berperilaku profesional yang menyebabkan terjadinya kesepakatan dan mengeluarkan wewenang yang seharusnya tidak dikeluarkan. Dan hasilnya akan dipertanyakan orang banyak ketika ada kasus yang sama namun hasil dari pengadilan berbeda.

7.    Standar teknis;  petugas pajak dalam menjalankan tugas profesionalnya harus mengacu dan mematuhi standar teknis dan standar profesional yang telah ditentukan. Petugas pajak mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari negara, selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektifitas. Dalam kasus ini petugas pajak tidak melaksanakan tugasnya tidak secara profesional sesuai dengan prinsip standar teknis karena dirjen pajak mengabulkan permohonan keberatan pajak yang diajukan BCA. Yang semula ditolak permohonan tersebut  menjadi menerima seluruh permohonan keberatan wajib pajak yang dilayangkan pihak BCA sehari sebelum masa jatuh tempo pemberian keputusan final. Kasus yang serupa di alami oleh Bank Danamon perihal keberatan pajaknya namun ditolak oleh pengadilan pajak.